Tips Wawancara Kerja secara Profesional

Memproyeksikan Citra Profesional dalam Wawancara
Mempersiapkan diri untuk wawancara pekerjaan adalah lebih dari sekedar tampil baik secara fisik dan tiba tepat waktu pada saat wawancara. Si pelamar harus siap juga secara mental, untuk menunjukkan bahwa ia merupakan kandidat yang tepat untuk pekerjaan tersebut.

Mengenal Perusahaan dan Pekerjaan tersebut
Sebelum wawancara, penting bahwa si pelamar mempelajari sebanyak mungkin tentang perusahaan dan pekerjaan tersebut, sehingga menunjukkan minat dan ketulusannya akan posisi yang ia lamar tersebut, dan secara bersamaan menunjukkan sikapnya yang tekun dalam menghadapi suatu proyek.

Memberikan Kesan Pertama yang Baik
Kesan pertama yang baik sangat penting dalam mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan kesan ini kepada si pewawancara. Selain dari mengenakan pakaian yang baik dan memiliki gambaran akan pekerjaan yang dilamar untuk menunjukkan pentingnya wawancara tersebut, si pelamar harus berinteraksi baik dengan menunjukkan sikap tanggap dan kesediaan untuk bersikap terbuka sesuai dengan sinyal dari si pewawancara.

Kurangi Rasa Tegang
Dapat dimengerti jika si pelamar merasa tegang. Lebih baik merasa tegang daripada terkesan tidak perduli. Bersikaplah tenang secara fisik (dengan mengambil napas dalam-dalam atau melakukan gerakan peregangan) serta singkirkan ketakutan anda (dengan membaca atau aktifitas lain untuk mengalihkan perhatian). Bersikaplah terbuka selama wawancara.

Bahasa Tubuh
Pewawancara tidak hanya mendengar kata-kata, ia juga melihat bagaimana kata-kata itu diucapkan. Si pelamar harus melakukan kontak mata untuk memberikan kesan bahwa ia siap, percaya diri dan tulus. Gerakan tangan yang sopan dan gerakan tubuh lainnya dapat berguna dalam menekankan atau menyatakan persetujuan dengan si pewawancara.

Menjawab Pertanyaan
Pertanyaan harus dijawab dengan jujur, singkat jelas dan dengan sukarela. Untuk memberikan informasi yang dikehendaki si pewawancara dari pertanyaan yang diberikan, si pelamar harus yakin bahwa ia mengerti pertanyaan tersebut dan mengapa itu diajukan. Terkadang sebuah jawaban harus didukung atau diperkuat dengan contoh-contoh dan peristiwa-peristiwa.

Memberikan Pertanyaan
Pertanyaan harus diberikan untuk menyatakan atribut yang mendukung atau mendapatkan informasi yang berguna tentang pekerjaan tersebut, yang akan mempengaruhi keputusan dalam menerima pekerjaan tersebut jika posisi tersebut ditawarkan kepada anda.

Mengakhiri Wawancara
Wawancara harus berakhir dengan si pewawancara memberikan indikasi kapan keputusan atas si pelamar tersebut akan dilakukan.

0 komentar:

Poskan Komentar

FOOT TRACK

powered Blog by Lowongankerja-Top.core

Copyright © Info lowongan kerja Indonesia - Blogger Theme by BloggerThemes